-->
OKEZONEWS.COM

Informasi Akurat dan Terpercaya

  • Jelajahi

    Copyright © OKEZONEWS.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bola

    Iklan

    Soal Kalung 'Antivirus' Corona Kementan, Anggota Komisi IX DPR: Belum Teruji

    ph_afnan
    Sabtu, 04 Juli 2020, Juli 04, 2020 WIB Last Updated 2020-07-07T14:57:46Z
    Saleh Partaonan Dauly, Anggota DPR F-PAN
    OKEZONEWS.COM, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengkritik rencana Kementerian Pertanian (Kementan) bakal memproduksi massal kalung antivirus Corona. Pasalnya, penelitian terhadap kalung tersebut dinilai belum teruji ampuh sebagai penangkal Corona.
    "Menurut saya, hasil penelitian Kementan tersebut masih perlu diuji lebih lanjut lagi. Pasalnya, penelitian tersebut dinilai belum benar-benar terbukti ampuh sebagai antivirus Corona. Apalagi, masih ada beberapa lembaga penelitian dan peneliti yang meragukan efektivitas bahan eucaplyptus tersebut," kata Saleh kepada wartawan, Sabtu (4/7/2020).
    Saleh mengatakan seluruh dunia saat ini memang tengah membutuhkan obat atau vaksin virus Corona. Dia menilai penelitian dari Kementan yang belum teruji ini nantinya bisa menjadi bumerang jika hanya sekadar klaim ampuh mencegah Corona.

    BACA JUGA : BLT Kemensos, Diperpanjang Hingga Desember 2020, Masing Kepala Keluarga Dapat...

    BACA JUGA : Kemenag Lantik 220 CPNS Secara Virtual, Formasi 2018?

    "Kalau benar Kementan menemukan antivirus Corona, tentu itu sangat membanggakan. Namun jika klaim antivirus Corona itu nanti ternyata tidak terbukti, bisa jadi akan ada penilaian tidak baik," ucap Saleh.

    Karena belum teruji keampuhannya, rencana Kementan untuk memproduksi massal kalung ini juga perlu dipertimbangkan kembali. Saleh menyoroti anggaran yang dibutuhkan dalam pengadaan kalung yang belum teruji tersebut.
    "Dalam konteks ini, Kementan diminta untuk memperhitungkan segala aspek jika ingin melakukan produksi massal. Termasuk sumber anggaran dan mekanisme pendistribusiannya kepada masyarakat. Sebab, upaya memproduksi eucaplyptus secara massal tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya.
    Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) disebut bakal memproduksi kalung antivirus Corona dari tanaman eucalyptus atau astiri secara massal pada Agustus mendatang. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengklaim dari hasil laboratorium, ada satu jenis eucalyptus yang efektif membunuh COVID-19.
    "Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen," tutur Mentan Syahrul Yasin Limpo usai menemui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (3/7).
    Eucalyptus memang digadang-gadang menjadi antivirus Corona. Di bulan Mei lalu, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan telah mendapat formula untuk menangkal penularan COVID-19 dari tanaman eucalyptus karena bahan aktif dari tumbuhan tersebut diklaim bisa membunuh Mpro atau enzim dalam virus Corona. (detik.com)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    +